Archive

Archive for the ‘Manajemen Investasi dan Pasar Modal’ Category

Penentuan Portofolio Optimal: Single Index Model

May 27, 2012 7 comments

bank-paper-balance-284709-mPertanyaan:

Bagaimana penentuan portofolio optimal dengan menggunakan pendekatan Single Index Model (SIM)?

Jawab:

Tahapan-tahapan pengerjaannya adalah sebagai berikut:

Langkah 1: Menghitung Return Saham i dan Rerata Return Saham i.

Return saham i dihitung dengan rumus:

dan rumus untuk menghitung rerata return saham i adalah:

Rerata Ri dapat dihitung dengan menggunakan fs excel “=AVERAGE(number1, [number2], …)”.

Langkah 2: Menghitung Return Pasar dan Rata-rata Return Pasar.

Return pasar dihitung dengan rumus:

dan rumus untuk menghitung  rerata return pasar adalah:

Rerata Rm dapat dihitung dengan menggunakan fs excel “=AVERAGE(number1, [number2], …)”.

Langkah 3: Menghitung Varian dan Standar Deviasi Return Saham i.

Varian Return

Varian return dari saham i dihitung dengan rumus:

Var(Ri) dapat dihitung dengan menggunakan fs excel “=VARP(number1, [number2], …)”.

Standar Deviasi

Standar deviasi return saham i dihitung dengan rumus:

Stdev(Ri) dapat dihitung dengan menggunakan fs excel “=STDEVP(number1, [number2], …]” atau “=SQRT(Var(Ri)”.

Langkah 4: Menghitung Varian dan Standar Deviasi Return Pasar.

Varians return pasar dihitung dengan rumus berikut:

Var(Rm) dapat dihitung dengan menggunakan fs excel “=VARP(number1, [number2], …)”.

dan rumus untuk menghitung standar deviasi return pasar adalah:

Stdev(Rm) dapat dihitung dengan menggunakan fs excel “=STDEVP(number1, [number2], …]” atau “=SQRT(Var(Rm)”.

Langkah 5: Menghitung Beta Saham.

Beta saham dihitung dengan rumus berikut:

Beta saham dapat dihitung dengan menggunakan fs excel “=COVAR(array1, array2)/VARP(number1, [number2], …]” atau “=SLOPE(known_y’s, known_x’s”.

Langkah 6: Menghitung Alpha.

Nilai alpha dihitung dengan rumus berikut:

Nilai alpha dapat juga dihitung dengan menggunakan fs excel “=INTERCEPT(known_y’s, known_x’s)

Langkah 7: Menghitung Varians Residual atau Risiko Tidak Sistematis.

Varians residual dihitung dengan rumus berikut:

Langkah 8: Menghitung Excess Return to Beta (ERB).

Excess Return to Beta (ERB) dihitung dengan rumus berikut:

Langkah 9: Melakukan Pemeringkatan Saham.

Peringkat saham diurutkan dari nilai ERB tertinggi sampai dengan nilai ERB yang terendah.

Langkah 10: Menghitung Nilai Cut Off Rate.

Nilai cut off rate dihitung dengan rumus berikut:

Langkah 11: Pembentukan Portofolio Saham.

Saham-saham yang akan dimasukkan dalam pembentukan portofolio optimal adalah saham-saham yang nilai ERBnya lebih besar dari nilai cut off point (C*). Nilai cut off point (C*) ditentukan berdasarkan nilai ERB terakhir yang masih lebih besar dari nilai cut off rate (Ci).

Langkah 12: Menghitung Proporsi Dana.

Proporsi dana pada masing-masing saham yang masuk dalam pembentukan portofolio optimal dihitung dengan rumus berikut:

di mana:

Langkah 13: Menghitung Return Portofolio.

Return portofolio merupakan penjumlahan alpha portofolio dan hasil perkalian antara beta portofolio dengan rata-rata return pasar, dituliskan dengan rumus sebagai berikut:

di mana:

Beta portofolio merupakan hasil penjumlahan dari perkalian antara proporsi / bobot dan beta sekuritas, dituliskan dengan rumus sebagai berikut:

di mana:

Alpha portofolio merupakan hasil penjumlahan dari perkalian antara proporsi / bobot dan alpha sekuritas, dituliskan dengan rumus sebagai berikut:

Langkah 14: Menghitung Risiko Portofolio.

Risiko portofolio saham dapat dihitung dengan menjumlahkan hasil perkalian antara beta portofolio dan varians pasar dengan varians residual portofolio, dituliskan dengan rumus sebagai berikut:

Anda butuh spreadsheet untuk aplikasi Single Index Model (SIM) dalam pembentukan portofolio, silakan kontak einfojasa@gmail.com atau sms ke 08195139235.

Daftar Pustaka:

[1] Angela Hei-Yan Leung, 2009. Portfolio Selection and Risk Management: An Introduction, Empirical Demonstration and R-Application for Stock Portfolios. Tesis. Master of Science in Statistics University of California. Los Angeles: http://theses.stat.ucla.edu/110/AngelaLeung.pdf

[2] Eduardus Tandelilin, 2010. Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi, Edisi Pertama. Kanisius. Yogyakarta.

[3] Elton, E.J., & Gruber, M.J., Modern, 2003. Portfolio Theory and Investment Analysis, 6th Edition. John Willey and Sons. NewYork.

[4] Johar Arifin, 2007. Aplikasi Excel dalam Solver Bisnis Terapan. Elex Media Komputindo. Jakarta.

[5] Johar Arifin, 2010. Mengungkap Kedahsyatan Pivottable dan Solver Microsoft Excel. Elex Media Komputindo. Jakarta.

[6] Jogiyanto Hartono, 2009. Toeri Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi Keenam. BPFE. Yogyakarta.

 [7] Kathy Kam, 2006. Portfolio Selection Methods: An Empirical Investigation. Master of Science in Statistics University of California. Los Angeles: http://theses.stat.ucla.edu/45/Kathy%20Kam%20Thesis.pdf

[8] Suad Husnan, 2009. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi Keempat. UPP STIM YKPN. Yogyakarta.

[9] Zalmi Zubir, 2011. Manajemen Portofolio: Penerapannya Dalam Investasi Saham. Salemba Empat. Jakarta.

Penentuan Portofolio Optimal: Classical Markowitz Model

May 27, 2012 2 comments

Maaf!, tulisan ini sedang disiapkan.

You can contact me at: http://www.hadiborneo.wordpress.com or abdhadi70@gmail.com

Sumber Pustaka:

  1. Elto, E.J., & Gruber, M.J., Modern Portfolio Theory and Investment Analysis, 6th Edition, John Willey and Sons, NewYork, 2003.

Prosedur Studi Peristiwa (Event Study Procedure)

May 2, 2012 21 comments

finance_stock_market_238814_m

Prosedur Studi Peristiwa

  1. Mengidentifikasi bentuk, efek, dan waktu peristiwa (i) peristiwa apa yang memiliki nilai informasi; (ii) apakah nilai informasi peristiwa memiliki efek negatif atau positif terhadap return tak normal perusahaan tertentu; dan (iii) bilamana peristiwa terjadi atau dipublikasi.
  2. Menentukan rentang waktu studi peristiwa termasuk periode estimasi dan periode peristiwa.
  3. Menentukan metode penyesuaian return yang digunakan untuk menghitung return tak normal.
  4. Menghitung return tak normal di sekitar periode peristiwa (beberapa waktu sebelum dan sesudah pengumuman peristiwa terjadi).
  5. Menghitung rata-rata return tak normal dan return tak normal kumulatif dalam periode peristiwa.
  6. Merumuskan hipotesis statistik.
  7. Menguji apakah return tak normal rata-rata atau return tak normal kumulatif yang telah dihitung pada langkah ke-5 berbeda dari return sesudah peristiwa.

Artikel Terkait

  1. Model Sesuaian Rerata (Mean Adjusted Model)
  2. Model Sesuaian Pasar (Market Adjusted Model)
  3. Model Jalan Acak (Random-Walk Model)
  4. Model Pasar (Market Model)
  5. Model CAPM (CAPM Model)
  6. Model Beta Nol (Zero Beta Model)
  7. Model Varian (Variance Model)
  8. Model-model Jamak (Multi Index Model)
  9. Model Portfolio Kontrol

Sumber Pustaka

  1. Eduardus Tandelilin, 2010, Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi, Kanisius, Yogyakarta.
  2. Jogiyanto HM, 2010, Studi Peristiwa: Menguji Reaksi Pasar Modal Akibat Suatu Peristiwa, BPFE, Yogyakarta.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 97 other followers