Archive

Archive for the ‘Manajemen Investasi dan Pasar Modal’ Category

Sekilas Tentang Option: Model Black-Scholes

June 13, 2011 7 comments

Opsi (Option)

Opsi (option) adalah suatu tipe kontrak antara dua pihak yang satu memberikan hak kepada yang lain untuk membeli atau menjual suatu aktiva pada harga yang tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Tipe Kontrak

Ada dua macam tipe kontrak opsi saham, yaitu:

  1. Opsi beli (call option)
  2. Opsi jual (put option)

Opsi Beli (Call Option)

Opsi beli (call option) adalah suatu tipe kontrak yang memberikan hak kepada pembeli opsi untuk membeli (call) dari penjual opsi sejumlah lembar saham tertentu pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Opsi Jual (Put Option)

Opsi jual (put option) adalah suatu tipe kontrak yang memberikan hak kepada pembeli opsi untuk menjual (put) kepada penjual opsi sejumlah lembar saham tertentu pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Model Black-Scholes

Salah satu model yang terkenal untuk menghitung nilai pasar dari opsi adalah model harga opsi Black-Scholas (Blacks-Scholas Option Pricing Model) yang dikembangkan oleh Fisher Black dan Myron Scholes di tahun 1973. Penilaian opsi dari Black-Scholas ini dimaksudkan untuk opsi Eropa.

Asumsi model Black-Scholas adalah sebagai berikut:

  1. Saham yang dihubungkan dengan opsi tidak pernah membayar dividen selama umur dari opsi.
  2. Tidak ada biaya transaksi untuk membeli dan menjual opsi dan sahamnya.
  3. Tingkat suku bunga bebas risiko (risk free interest) konstan selama umur opsi.
  4. Pembeli saham dapat meminjam pinjaman jangka pendek dengan tingkat suku bunga bebas risiko.
  5. Penjualan pendek (short-selling) diijinkan dan penjual pendek akan menjual sahamnya dengan harga pasar saat itu.
  6. Opsi hanya dapat digunakan (excercise) pada saat jatuh tempo.
  7. Pasar likuid dan perdagangan semua sekuritas dapat terjadi terus menerus.
  8. Harga pasar saham-saham bergerak secara acak.

Rumus penilaian opsi Black-Scholes untuk opsi beli (call option) adalah sebagai berikut:

Di mana:

HOB = harga pasar opsi beli.
P = harga pasar sahamnya.
N(d1) = luas area di bawah kurva normal untuk nilai d1.
N(d2) = luas area di bawah kurva normal untuk nilai d2.
E = excersie price (nilai penggunaan) dari opsi.
e = bilangan natural, basis dari logaritma natural, yaitu sebesar 2,71823
r = tingkat suku bunga bebas risiko
t = waktu sisa dari opsi sampai jatuh tempo, diukur dengan pecahan tahun.
Ln = logaritma natural
σ2 = varian dari return saham.
σ = deviasi standar dari return saham.

Contoh 1:

Misalkan data berikut:

P  =  Rp2000

E  =  Rp2200

r  =  7%

t  =  0,5 (6 bulan)

σ  =  0,25

Jawab:

Besarnya nilai pasar dari opsi beli dapat dihitung sebagai berikut:

Menghitung nilai d1 :

Menghitung nilai N(d1) :

N(d1) = N(-0.25278) = 0.40022

Nilai dari N(d1) ini dapat dilihat di tabel kurva normal atau dapat digunakan fungsi NORMSDIST (-0,25278) di excel.

Menghitung nilai d2 :

Menghitung nilai N(d2) :

N(d2) = N(-0.42955) = 0.33376

Nilai dari N(d2) ini dapat dilihat di tabel kurva normal atau dapat digunakan fungsi NORMSDIST (-0,422955) di excel.

Menghitung nilai opsi beli :

Dengan demikian harga pasar dari opsi beli ini seharusnya Rp91,42 menurut model Black-Scholes.

Model Black-Scholas sebelumnya adalah untuk menghitung nilai dari opsi beli (call option). Untuk opsi jual (put option), nilainya dapat dihitung dengan rumus;

Contoh 2:

Menggunakan data sebelumnya, nilai dari opsi jual dapat dihitung sebagai berikut:

Penentu-Penentu Harga Opsi

  1. Harga saham bersangkutan (P).
  2. Excercise price.
  3. Waktu sisa jatuh tempo opsi.
  4. Deviasi standar return saham.
  5. Tingkat suku bunga.
  6. Dividen kas

Daftar Pustaka:

  • Jogiyanto, 2010, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Penerbit BPFE, Yogyakarta

Sekilas tentang Beta Obligasi

June 12, 2011 1 comment

Beta Obligasi

Formula:

Di mana:

βt = beta obligasi pada waktu t.

Dt = duration obligasi pada waktu t.

Cov(drt, Rmt) = covariance yield to maturity obligasi dengan return market portfolio

σ2(Rmt) = variance return market portfolio.

 

Modified Duration

Formula:

Di mana:

D* = modified duration

y = suku bunga atau yield obligasi.

 

Duration

Formula:

Di mana:

D = duration

t = waktu

VB = harga obligasi

CARA MENCARI DATA EKONOMI LEWAT WEBSITE BANK INDONESIA: STATISTIK EKONOMI MONETER INDONESIA

June 4, 2011 16 comments

Statistik Ekonomi Moneter Indonesia (SEMI)

  1. Neraca Otoritas Moneter
  2. Uang Primer
  3. Aktifa Luar Negeri Bersih
  4. Tagihan Bersih pada Pemerintah Pusat
  5. Kredit Likuiditas Bank Indonesia
  6. Posisi Likuiditas Rupiah Bank Umum
  7. Posisi Likuiditas Valuta Asing Bank Umum
  8. Transaksi BI-RTGS, Perputaran Kliring dan Cek Kosong
  9. Kegiatan Operasi Pasar Terbuka
  10. Transaksi Devisa Bank-Bank
  11. Transaksi dan Suku Bunga Pasar Uang Antarbank (PUAB) di Jakarta
  12. Transaksi PUAB per Kelompok Bank
  13. Suku Bunga PUAB per Kelompok Bank
  14. Suku Bunga Domestik dan Bonus Sertifikat Wadiah Bank Indonesia
  15. Suku Bunga Internasional
  16. Kurs Tengah Beberapa Mata Uang Asing Terhadap Rupiah di Bank Indonesia
  17. Kurs Jual Rata-rata Beberapa Mata Uang Asing dan Harga Emas di Jakarta
  18. Transaksi, Kepemilikan Saham oleh Asing dan Indeks Harga Saham di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya
  19. Indeks Harga Saham per Sektor di Bursa Efek Jakarta
  20. Indeks Harga Saham di Beberapa Bursa Saham Luar Negeri
  21. Harga Beras Mutu Menengah di ibukota Propinsi
  22. Harga Beberapa Komoditi di Pasar Dunia

Indeks Harga Saham di Beberapa Bursa Saham Luar Negeri

  1. SSI – Singapore Stock Exchange
  2. KLSE – Kuala Lumpur Stock Exchange
  3. SETI – Stock Exchange Thailand
  4. PSE – Philippine Stock Exchange
  5. HSI – Hang Seng Index
  6. Nikkei 225 – Tokyo Stock Exchange
  7. DJIA – Dow Jones Industrial Average
  8. FTSE – London Stock Exchange
  9. ASX – Australian Stock Exchange

Sumber Data

Sumber data Bank Indonesia dan dapat diakses melalui website Bank Indonesia dengan cara sebagai berikut:

  1. Buka browser kesayangan Anda.
  2. Ketikkan alamat website Bank Indonesia berikut: http://www.bi.go.id/
  3. Pada halaman utama, pilih Statistik dan klik Statistik Ekonomi Moneter Indonesia.
  4. Kemudian klik tanda panah untuk memilih tahun data, misalkan data yang kita butuhkan adalah data tahun 2010, pilih tahun 2010 (data tersedia dari tahun 2001 s.d. 2011), kemudian klik Lihat.
  5. Pada area Judul pilih dan klik Laporan Mingguan, misalkan Laporan Mingguan No. 48 , tanggal 31 Desember 2010.
  6. Setelah itu, pada area Statistik Ekonomi Moneter Indonesia, pilih Lampiran dan klik semi-48.
  7. Tunggu beberapa saat, proses download sedang berlangsung.
  8. Selesai.

Demikian penjelasan dari Saya, semoga bermanfaat !!!

Cara Mencari Data Ringkasan Laporan Keuangan Emiten Di Website Bursa Efek Indonesia (BEI)

April 5, 2011 84 comments

Data Ringkasan Laporan Keuangan Emiten

A. Pendahuluan

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjawab satu dari sekian banyak pertanyaan mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, baik skripsi maupun tesis. Pertanyaan dimaksud adalah Bagaimana cara mencari data Ringkasan Laporan Keuangan Emiten di Website Bursa Efek Indonesia (BEI)?

B. Langkah-langkah Pencarian Data

  • Bukalah browser kesayangan Anda
  • Pada kotak alamat, ketikkan: http://www.idx.co.id dan tekan Enter, maka akan muncul halaman pertama website Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti tampak pada gambar berikut ini:

  • Dibagian sebelah kiri halaman pertama website Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Beranda, pilih dan klik Perusahaan Tercatat, seperti tampak pada gambar berikut ini:

  • Kemudian pada kotak Perusahaan Tercatat pilih dan klik Profil Perusahaan Tercatat, setelah itu pada Search by Code isikan kode emiten misalnya AALI. AALI adalah kode emiten untuk Astra Agro Lestari Tbk.

  • Lakukan Drop down untuk mencari kode dan nama perusahaan, kemudian pilih dan klik AALI, seperti tampak pada gambar berikut:

  • Klik tanda seperti kaca pembesar di samping kiri tulisan Astra Agro Lestari Tbk, setelah itu klik Performance Profile, seperti tampak pada gambar berikut:

  • Data ringkasan laporan keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk yang Anda cari sudah ditemukan.

Demikian penjelasan dari Saya tentang cara pencarian data ringkasan laporan keuangan emiten di website Bursa Efek Indonesia (BEI), semoga bermanfaat!!!

Mau penjelasan lengkapnya?? klik aja di sini: download here

*) Ringkasan laporan keuangan, hanya tersedia untuk periode 3 tahun terakhir. Jika periode waktu yang dibutuhkan lebih dari 3 tahun, maka Anda harus lihat dan copy Indonesian Capital Market Directory (ICMD) yang bisa anda peroleh di Pusat Informasi Pasar Modal yang ada di Kota Provinsi di mana Anda tinggal.

Artikel Terkait

  1. Cara Mencari Data Harga Saham di Website Yahoo Finance

  2. Cara Mencari Data NAB di Website Bapepam-LK

  3. Cara Mencari Data Beta Saham di Website Reuters

  4. Cara Mencari Data BI Rate di Website Bank Indonesia

  5. Cara Mencari Data Ringkasan Laporan Keuangan Emiten di Website BEI

  6. Cara Mencari Data Suku Bunga SBI di Website Bank Indonesia

  7. Cara Mencari Data Histori Dividen Perusahaan di Website e-bursa

  8. Cara Mencari Data Keuangan Daerah Lewat Website Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK)

  9. Cara Mencari Kode-Kode Reksa Dana (Mutual Funds) di Website Bloomberg

Aplikasi SPSS dalam Perhitungan Beta Koreksian: Metode Fowler dan Rorke

March 22, 2011 11 comments

A. Pendahuluan

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjawab satu dari sekian banyak pertanyaan mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, baik skripsi maupun tesis. Pertanyaan dimaksud adalah “Bagaimana menghitung Beta koreksian dengan menggunakan metode Fowler dan Rorke?”.

Metode Fowler dan Rorke

Metode Dimson memang merupakan metode yang sederhana. Metode ini sederhana, karena (1) hanya menggunakan sebuah pengoperasian regresi berganda saja dan (2) Beta koreksian hanya dijumlahkan dari koefisien-koefisien yang diperoleh dari regresi berganda tersebut.

Fowler dan Rorke (1983) berargumentasi bahwa metode Dimson yang hanya menjumlahkan koefisien-koefisien regresi berganda tanpa memberi bobot akan tetap memberikan Beta bias.

Formulasi untuk menghitung beta koreksi dengan menggunakan metode Fowler dan Rorke adalah sebagai berikut:


B. Contoh Aplikasi

Untuk 1 periode lag dan lead

Misalkan Taufik adalah seorang mahasiswa, ia ingin mengetahui besarnya beta koreksian PT Bumi Resource, Tbk berdasarkan metode Fowler dan Rorke dengan periode waktu pengamatan selama 24 bulan (Juli 2007 – Juni 2009).

Data ambil di sini Data Harga Saham, Return Bumi dan Lead dan Lag Return IHSG

C.  Aplikasi SPSS 17.0

  • Klik Variabel View, kemudian pada kolom Name baris pertama ketik R_Bumi dan baris kedua sampai dengan baris keempat ketik masing-masing R_IHSG_1, R_IHSG_0, dan R_IHSG1. Pada kolom Decimal, ubah nilai menjadi 3 untuk semua variabel. Sedangkan untuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default).
  • Buka halaman data view dengan klik Data View, maka didapat kolom variabel R_Bumi R_IHSG_1, R_IHSG_0, dan R_IHSG1. Kemudian ketikkan data sesuai dengan variabelnya.
  • Klik Analyze –> Regression –> Linear, maka akan muncul jendela Linier Regression.
  • Klik variabel R_BUMI dan masukkan ke bagian Dependent, kemudian klik variabel R_IHSG_1, R_IHSG_0, dan R_IHSG1 ke kotak  Independent.
  • Klik Statistics, maka akan muncul jendela Linear Regression: Statistics.
  • Pada jendela tersebut aktifkan Estimates, Convidence intervals, dan Model fit, dan Part and Partial Correlations.
  • Klik Continue lalu klik OK, maka output SPSS 17.0 pada bagian Coefficients seperti berikut:

Dari hasil tersebut terlihat bahwa koefisien konstanta adalah sebesar 0,030, nilai koefisien R_IHSG_1 adalah sebesar 0,710, koefisien R_IHSG_0 adalah sebesar 1,333, dan koefisien R_IHSG1 adalah sebesar 0,630. Dengan hasil tersebut maka persamaan regresi yang bisa dibentuk adalah sebagai berikut:

Rit = 0,030 + 0,710 R_IHSG_1 + 1,333 R_IHSG_0 + 0,630 R_IHSG1

  • Setelah langkah 1 – 7 dilakukan, kemudian klik kembali Analyze –>Regression –>Linear, maka akan muncul jendela Linier Regression.
  • Kosongkan kotak Dependent dan kotak Independent.
  • Klik variabel R_IHSG_0 dan masukkan ke bagian Dependent, kemudian klik variabel R_IHSG_1 ke kotak  Independent.
  • Klik Continue lalu klik OK, maka output SPSS 17.0 pada bagian Coefficients seperti berikut:

Dari hasil tersebut terlihat bahwa koefisien konstanta adalah sebesar 0,003 dan nilai koefisien R_IHSG_1 adalah sebesar 0,406.  Dengan hasil tersebut maka persamaan regresi yang bisa dibentuk adalah sebagai berikut:

Rit = 0,003 + 0,406 R_IHSG_1

D. Perhitungan Beta Koreksian Fowler dan Rorke

Besarnya bobot yang digunakan adalah sebesar:

w1 = (1 + 0,406)/(1 + 2 (0,406)) = 1,406/1,812

w1 =0,776

Beta koreksian menurut Fowler dan Rorke untuk satu periode lag dan lead dapat dihitung berikut:

βi = (0,776) 0,710 + 1,333 + (0,776) 0,630

βi = 0,551 + 1,333 + 0,489

βi = 2,373

Jadi, besarnya Beta koreksian PT Bumi Resource Tbk menurut Fowler dan Rorke adalah sebesar 2,373.

Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat!!!

Download artikel lengkap, klik di sini

Catatan:

*)   Saya dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun. Kritik dan saran tersebut dapat dikirimkan ke alamat e-mail: abdhadi70@gmail.com atau klik kontak saya di halaman webblog Hadi Management: http://www.hadiborneo.wordpress.com

Daftar Pustaka:

  1. Jogiyanto Hartono, 2010, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, BPFE, Yogyakarta.
  2. Eduardus Tandelilin, 2010, Portofolio dan Investasi – Teori dan Aplikasi, Kanisius, Yogyakarta.
  3. Nawari, 2010, Analisis Regresi dengan MS Excell 2007 dan SPSS 17, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Aplikasi SPSS dalam Perhitungan Beta Koreksian: Metode Scholes-William

March 22, 2011 1 comment

A. Pendahuluan

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjawab satu dari sekian banyak pertanyaan mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, baik skripsi maupun tesis. Pertanyaan dimaksud adalah “Bagaimana menghitung Beta koreksian menurut Scholes-William?”.

B. Contoh Kasus

Untuk 1 periode lag dan lead:

Misalkan Taufik adalah seorang mahasiswa, ia ingin mengetahui besarnya beta koreksian PT Bumi Resource, Tbk berdasarkan metode Scholes-William dengan periode waktu pengamatan selama 24 bulan (Juli 2007 – Juni 2009).

Data ambil di sini Data Harga Saham, Return Bumi dan Lead dan Lag Return IHSG

C. Aplikasi SPSS 17.0

  • Klik Variabel View, kemudian pada kolom Name baris pertama ketik R_Bumi dan baris kedua sampai dengan baris keempat ketik masing-masing R_IHSG_1, R_IHSG_0, dan R_IHSG1. Pada kolom Decimal, ubah nilai menjadi 3 untuk semua variabel. Sedangkan untuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default).
  • Buka halaman data view dengan klik Data View, maka didapat kolom variabel R_Bumi R_IHSG_1, R_IHSG_0, dan R_IHSG1. Kemudian ketikkan data sesuai dengan variabelnya.
  • Klik Analyze –> Regression –> Linear, maka akan muncul jendela Linier Regression.
  • Klik variabel R_BUMI dan masukkan ke bagian Dependent, kemudian klik variabel R_IHSG_1, R_IHSG_0, dan R_IHSG1 ke kotak  Independent.
  • Klik Statistics, maka akan muncul jendela Linear Regression: Statistics.
  • Pada jendela tersebut aktifkan Estimates, Convidence intervals, dan Model fit, dan Part and Partial Correlations.
  • Klik Continue lalu klik OK, maka output SPSS 17.0 pada bagian Coefficients sebagai berikut:

Dari hasil tersebut terlihat bahwa koefisien konstanta adalah sebesar 0,030, nilai koefisien R_IHSG_1 adalah sebesar 0,710 , koefisien R_IHSG_0 adalah sebesar 1,333, dan koefisien R_IHSG1 adalah sebesar 0,630. Dengan hasil tersebut maka persamaan regresi yang bisa dibentuk adalah sebagai berikut:

Rit = 0,030 + 0,710 R_IHSG_1 + 1,333 R_IHSG_0 + 0,630 R_IHSG1

  • Klik kembali Analyze –> Regression –> Linear, maka akan muncul jendela Linier Regression.
  • Kosongkan kotak Dependent dan kotak Independent.
  • Klik variabel R_IHSG_0 dan masukkan ke bagian Dependent, kemudian klik variabel R_IHSG_1 ke kotak  Independent.
  • Klik Continue lalu klik OK, maka output SPSS 17.0 pada bagian Coefficients sebagai berikut:

Dari hasil tersebut terlihat bahwa koefisien konstanta adalah sebesar 0,003 dan nilai koefisien R_IHSG_1 adalah sebesar 0,406. Dengan hasil tersebut maka persamaan regresi yang bisa dibentuk adalah sebagai berikut:

Rit = 0,003 + 0,406 R_IHSG_1

D. Perhitungan Beta koreksian Scholes-William

Beta koreksian menurut Scholes_William untuk satu periode lag dan lead dapat dihitung sebagai berikut:

βi = (0,710 + 1,333 + 0,630)/(1 + 2 (0,406))

βi = 2,673/1,812 = 1,475

Jadi, besarnya Beta koreksian PT Bumi Resource Tbk menurut Scholes_William adalah sebesar 1,475.

Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat!!!

Download artikel lengkap, klik di sini

Catatan:

*) Saya dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun. Kritik dan saran tersebut dapat dikirimkan ke alamat e-mail: abdhadi70@gmail.com atau klik kontak saya di halaman webblog Hadi Management: http://www.hadiborneo.wordpress.com

Daftar Pustaka:

  1. Jogiyanto Hartono, 2010, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, BPFE, Yogyakarta.
  2. Eduardus Tandelilin, 2010, Portofolio dan Investasi – Teori dan Aplikasi, Kanisius, Yogyakarta.
  3. Nawari, 2010, Analisis Regresi dengan MS Excell 2007 dan SPSS 17, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Aplikasi SPSS dalam Perhitungan Beta Koreksian: Metode Dimson

March 22, 2011 1 comment

A. Pendahuluan

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjawab satu dari sekian banyak pertanyaan mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, baik skripsi maupun tesis. Pertanyaan dimaksud adalah “Bagaimana menghitung Beta koreksian menurut Dimson?”.

Formula:


B. Contoh Kasus

Untuk 1 periode lag dan lead:

Misalkan Taufik adalah seorang mahasiswa, ia ingin mengetahui besarnya beta koreksian PT Bumi Resource, Tbk berdasarkan metode Dimson dengan periode waktu pengamatan selama 24 bulan (Juli 2007 – Juni 2009).

Data ambil di sini Harga Saham, Return Bumi, dan Lead dan Lag Return IHSG

C. Aplikasi SPSS 17.0

  1. Klik Variabel View, kemudian pada kolom Name baris pertama ketik R_Bumi dan baris kedua sampai dengan baris keempat ketik masing-masing R_IHSG_1, R_IHSG_0, dan R_IHSG1. Pada kolom Decimal, ubah nilai menjadi 3 untuk semua variabel. Sedangkan untuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default).
  2. Buka halaman data view dengan klik Data View, maka didapat kolom variabel R_Bumi R_IHSG_1, R_IHSG_0, dan R_IHSG1. Kemudian ketikkan data sesuai dengan variabelnya.
  3. Klik Analyze à Regression à Linear. Akan muncul jendela Linier Regression.
  4. Klik variabel R_BUMI dan masukkan ke bagian Dependent, kemudian klik variabel R_IHSG_1, R_IHSG_0, dan R_IHSG1 ke kotak  Independent.
  5. Klik Statistics, maka akan muncul jendela Linear Regression: Statistics.
  6. Pada jendela tersebut aktifkan Estimates, Convidence intervals, dan Model fit, dan Part and Partial Correlations.
  7. Klik Continue lalu klik OK, maka output SPSS 17.0 pada bagian Coefficients sebagai berikut:

Dari hasil tersebut terlihat bahwa koefisien konstanta adalah sebesar 0,030, nilai koefisien R_IHSG_1 adalah sebesar 0,710, koefisien R_IHSG_0 adalah sebesar 1,333, dan koefisien R_IHSG1 adalah sebesar 0,630. Dengan hasil tersebut maka persamaan regresi yang bisa dibentuk adalah sebagai berikut:

Rit = 0,030 + 0,710 R_IHSG_1 + 1,333 R_IHSG_0 + 0,630 R_IHSG1

D. Perhitungan Beta koreksian Dimson

Berdasarkan persamaan regresi berganda tersebut, maka Beta koreksian menurut Dimson untuk satu periode lag dan lead dapat dihitung sebagai berikut:

βi= 0,710 + 1,333 + 0,630

βi = 2,673

Jadi, besarnya Beta koreksian PT Bumi Resource Tbk dengan menggunakan model Dimson adalah sebesar 2,673.

Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat!!!

Download artikel lengkap, klik di sini

Catatan:

*)   Saya dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun. Kritik dan saran tersebut dapat dikirimkan ke alamat e-mail: abdhadi70@gmail.com atau klik kontak saya di halaman webblog Hadi Management: http://www.hadiborneo.wordpress.com

Daftar Pustaka:

  1. Jogiyanto Hartono, 2010, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, BPFE, Yogyakarta.
  2. Eduardus Tandelilin, 2010, Portofolio dan Investasi – Teori dan Aplikasi, Kanisius, Yogyakarta.
  3. Nawari, 2010, Analisis Regresi dengan MS Excell 2007 dan SPSS 17, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 100 other followers