Archive

Posts Tagged ‘Laporan Keuangan’

Analisis Laporan Keuangan

October 20, 2012 3 comments

bank-paper-balance-284709-mMateri Pembelajaran Analisis Laporan Keuangan adalah sebagai berikut:

  • Mengenal Laporan Keuangan
  • Analisis Rasio Keuangan
  • Cara Menganalisis Laporan Keuangan
  • Masalah-masalah dalam Analisis Laporan Keuangan

ANALISIS RASIO KEUANGAN

Liquidity Ratio

Current ratio

Quick ratio

Cash ratio

Activity Ratio

Inventory turnover

Average days in inventory

Receivable turnover

Days Sales Outstanding (DSO)

Fixed assets turnover

Total assets turnover

Leverage Ratio

Debt ratio

Time interest earned ratio

Cash coverage ratio

Long-term debt to equity ratio

Profitability Ratio

Return on Assets

Return on Equity

Profit Margin Ratio

Basic Earning Power

Market Value Ratio

Price Earning Ratio (PER)

Dividend yield

Dividend payout ratio (DPR)

Market to book ratio

Kembali ke Materi Kuliah: Manajemen Keuangan

Artikel terkait Materi Kuliah: Manajemen Keuangan

Pustaka:

  1. Farah Margaretha, 2005, Teori dan Aplikasi Manajemen Keuangan: Investasi dan Sumber Dana Jangka Pendek, Grasindo
  2. I Made Sudana, 2011, Manajemen Keuangan Perusahaan: Teori dan Praktek, Penerbit Erlangga, Jakarta
  3. Mamduh M. Hanafi, 2008, Manajemen Keuangan, Edisi 1, BPFE Yogyakarta

Analisis Rasio Keuangan

July 19, 2011 2 comments

OUTLINE

  1. Rasio Likuiditas
  2. Rasio Leverage
  3. Rasio Aktivitas
  4. Rasio Profitabilitas
  5. Standar Rasio Industri
  6. Analisis Rasio Sudut Pandang Manajemen
  7. Analisis Rasio Sudut Pandang Pemilik
  8. Analisis Rasio Sudut Pandang Pemberi Pinjaman

RASIO LIKUIDITAS

1. CURRENT RATIO

2. QUICK RATIO

3. CASH RATIO

RASIO LEVERAGE

1. TOTAL DEBT TO TOTAL ASSET RATIO

2. DEBT TO EQUITY RATIO

3. TIME INTEREST EARNED RATIO

4. FIXED CHARGE COVERAGE RATIO

5. DEBT SERVICE RATIO

RASIO AKTIVITAS

1. PERPUTARAN PIUTANG

2. RECEIVABLE COLLECTION PERIOD

3. PERPUTARAN PERSEDIAAN

4. AVERAGE DAY’S INVENTORY

5. PERPUTARAN AKTIVA TETAP

6. PERPUTARAN AKTIVA

RASIO PROFITABILITAS

1. GROSS PROFIT MARGIN

2. OPERATING PROFIT MARGIN

3. NET PROFIT MARGIN

4. RETURN ON ASSETS

5. RETURN ON EQUITY

6. RETURN ON INVESTMENT

7. EARNING PER SHARE

RASIO PENILAIAN

1. PRICE EARNING RATIO

2. MARKET TO BOOK VALUE RATIO

Link Terkait:

  1. Investing for Beginners: Financial Ratios
  2. Biz/ed – Financial Ratio Analysis

Cara Mencari Data Ringkasan Laporan Keuangan Emiten Di Website Bursa Efek Indonesia (BEI)

April 5, 2011 83 comments

Data Ringkasan Laporan Keuangan Emiten

A. Pendahuluan

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjawab satu dari sekian banyak pertanyaan mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, baik skripsi maupun tesis. Pertanyaan dimaksud adalah Bagaimana cara mencari data Ringkasan Laporan Keuangan Emiten di Website Bursa Efek Indonesia (BEI)?

B. Langkah-langkah Pencarian Data

  • Bukalah browser kesayangan Anda
  • Pada kotak alamat, ketikkan: http://www.idx.co.id dan tekan Enter, maka akan muncul halaman pertama website Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti tampak pada gambar berikut ini:

  • Dibagian sebelah kiri halaman pertama website Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Beranda, pilih dan klik Perusahaan Tercatat, seperti tampak pada gambar berikut ini:

  • Kemudian pada kotak Perusahaan Tercatat pilih dan klik Profil Perusahaan Tercatat, setelah itu pada Search by Code isikan kode emiten misalnya AALI. AALI adalah kode emiten untuk Astra Agro Lestari Tbk.

  • Lakukan Drop down untuk mencari kode dan nama perusahaan, kemudian pilih dan klik AALI, seperti tampak pada gambar berikut:

  • Klik tanda seperti kaca pembesar di samping kiri tulisan Astra Agro Lestari Tbk, setelah itu klik Performance Profile, seperti tampak pada gambar berikut:

  • Data ringkasan laporan keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk yang Anda cari sudah ditemukan.

Demikian penjelasan dari Saya tentang cara pencarian data ringkasan laporan keuangan emiten di website Bursa Efek Indonesia (BEI), semoga bermanfaat!!!

Mau penjelasan lengkapnya?? klik aja di sini: download here

*) Ringkasan laporan keuangan, hanya tersedia untuk periode 3 tahun terakhir. Jika periode waktu yang dibutuhkan lebih dari 3 tahun, maka Anda harus lihat dan copy Indonesian Capital Market Directory (ICMD) yang bisa anda peroleh di Pusat Informasi Pasar Modal yang ada di Kota Provinsi di mana Anda tinggal.

Artikel Terkait

  1. Cara Mencari Data Harga Saham di Website Yahoo Finance

  2. Cara Mencari Data NAB di Website Bapepam-LK

  3. Cara Mencari Data Beta Saham di Website Reuters

  4. Cara Mencari Data BI Rate di Website Bank Indonesia

  5. Cara Mencari Data Ringkasan Laporan Keuangan Emiten di Website BEI

  6. Cara Mencari Data Suku Bunga SBI di Website Bank Indonesia

  7. Cara Mencari Data Histori Dividen Perusahaan di Website e-bursa

  8. Cara Mencari Data Keuangan Daerah Lewat Website Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK)

  9. Cara Mencari Kode-Kode Reksa Dana (Mutual Funds) di Website Bloomberg

Laporan Keuangan yang Diperbandingkan

September 21, 2010 Leave a comment

Pokok Bahasan

  • Tujuan Analisis laporan keuangan
  • Prosedur dalam analisis laporan keuangan
  • Metode dan tekhnik analisis
  • Analisis perbandingan laporan keuangan

A. Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Tujuan analisis laporan keuangan menurut Harahap (1999: 195-197) dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Dapat memberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam daripada yang terdapat dari laporan keuangan biasa.
  2. Dapat menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (explicit) dari suatu laporan keuangan atau yang berada di balik laporan keuangan (implicit).
  3. Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
  4. Dapat membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern laporan keuangan maupun kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan.
  5. Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan model-model dan teori-teori yang terdapat di lapangan seperti untuk prediksi, peringkatan (rating).
  6. Dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan. Dengan perkataan lain apa yang dimaksudkan dari suatu laporan keuangan merupakan tujuan analisis laporan keuangan juga antara lain: a. Dapat menilai prestasi perusahaan, b. Dapat meproyeksi keuangan perusahaan, c. Dapat menilai kondisi keuangan masa lalu dan masa sekarang dari aspek waktu tertentu : 1) Posisi keuangan (Asset, Neraca, dan Modal), 2) Hasil usaha perusahaan (hasil dan Biaya), 3) Likuiditas, 4) Solvabilitas, 5) Aktivitas, 6) Rentabilitas dan Profitabilitas, dan 7) Indikator Pasar Modal, d. Menilai perkembangan dari waktu ke waktu, dan e. Menilai komposisi struktur keuangan, arus dana.
  7. Dapat menentukan peringkat (rating) perusahaan menurut kriteria tertentu yang sudah dikenal dalam dunia bisnis.
  8. Dapat membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain dengan periode sebelumnya atau dengan standar industri normal atau standar ideal.
  9. Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan dan sebagainya.
  10. Bisa juga memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan datang.

Dari sudut lain tujuan analisis Laporan Keuangan menurut Bernstein (1983) dalam Harahap (1999: 197) adalah sebagai berikut :

  1. Screening, analisis dilakukan dengan melihat secara analitis laporan keuangan dengan tujuan untuk memilih kemungkinan investasi atau merger.
  2. Forcasting, analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang.
  3. Diagnosis, analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masakah yang terjadi baik dalam manajemen operasi, keuangan atau masalah lain.
  4. Evaluation, analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen, operasional, efisiensi dan lain-lain

B. Prosedur Analisis Laporan Keuangan

Prosedur analisis laporan keuangan menurut Abdullah (2001: 34-35) dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Review data laporan keuangan: aktivitas penyesuaian data laporan keuangan terhadap berbagai hal, baik sifat/jenis perusahaan yang melaporkan maupun sistem akuntansi yang berlaku. Tujuan dilakukannya review data laporan keuangan adalah untuk menyakinkan pada penganalisa bahwa laporan keuangan itu sudah cukup jelas menggambarkan semua data keuangan yang relevant dan telah diterapkannya prosedur akuntansi maupun metode penilaian yang tepat, sehingga penganalisa akan betul-betul mendapatkan laporan keuangan yang dapat diperbandingkan (comparable).
  2. Menghitung, dengan menggunakan berbagai metode dan teknik analisis dilakukan perhitungan-perhitungan, meliputi metode perbandingan, persentase perkomponen, analisis rasio keuangan, dan lain-lain.
  3. Membandingkan / mengukur, langkah ini diperlukan guna mengetahui kondisi hasil perhitungan tersebut apakah sehat atau tidak sehat.
  4. Menginterpretasikan. Interpretasi merupakan inti dari proses analisis sebagai perpaduan antara hasil perbandingan/pengukuran dengan kaidah teoritik yang berlaku. Hasil interpretasi mencerminkan keberhasilan maupun permasalahan apa yang dihadapi perusahaan dalam pengelolaan keuangan.
  5. Solusi, dengan memahami problem keuangan yang dihadapi perusahaan maka akan ditempuh solusi yang tepat.

Secara skematis prosedur analisis laporan keuangan dapat dilihat pada Gambar 1 berikut:

Sedangkan menurut Darminto dan Aji Suryo (2000: 41-42) :

  1. Memahami latar belakang dan data keuangan perusahaan.
  2. Memahami kondisi-kondisi yang berpengaruh pada perusahaan.
  3. Mempelajari dan mereview laporan keuangan perusahaan.
  4. Menganalisis laporan keuangan perusahaan.

Metode Analisis Laporan Keuangan

  1. Analisis Vertikal: apabila laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode atau satu saat saja,yaitu dengan memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan tersebut,sehingga hanya dapat diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja.
  2. Analisis Horizontal:  analisa dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya.

Teknik Analisis Laporan Keuangan

  1. Analisa Perbandingan Laporan Keuangan: metode dan teknik analisa dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode aatu lebih.
  2. Trend atau tendesi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang   dinyatakan dalam prosentase: suatu metode atau teknik analisa untuk mengetahui tendensi daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau bahkan turun.
  3. Laporan dengan prosentase per komponen atau common size statement: satu metode analisa untuk mengetahui prosentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap total aktivanya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosannya yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.
  4. Analisa Sumber dan Penggunaan Modal Kerja: suatu analisa untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.
  5. Analisa Sumber dan Penggunaan Kas: suatu analisa untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan kas selama periode tertentu.
  6. Analisa ratio: suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan rugi laba secara individu atau kombinasi dari kedua laporan keuangan tersebut.
  7. Analisa Perubahan Laba Kotor: suatu analisa untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut.
  8. Analisa Break Even: suatu analisa untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan tersebur tidak menderita kerugian,tetapi juga belum memperoleh keuntungan.

Analisis Perbandingan Laporan Keuangan

Teknik perbandingan dilakukan dengan membandingkan antara satu pos dengan pos lainnya yang relevan dan bermakna untuk mengetahui perbedaan, besaran, maupun hubungannya.

Perbandingan antar pos laporan keuangan dapat dilakukan melalui:

  1. Perbandingan dalam dua atau beberapa tahun (horizontal).
  2. Perbandingan dengan perusahaan yang dianggap terbaik.
  3. Perbandingan dengan angka-angka standar Industri yang berlaku (Industrial Norm).
  4. Perbandingan dengan Budget (anggaran).
  5. Perbandingan dengan bagian, divisi, atau seksi yang ada dalamsuatu perusahaan.

Hasil perbandingan tersebut menunjukkan informasi keuangan atau data lainnya dalam bentuk:

  1. Rupiah atau unit.
  2. Kenaikan atau penurunan dalam rupiah atau unit.
  3. Kenaikan atau penurunan dalam persentase.
  4. Angka perbandingan atau ratio.
  5. Dinyatakan dalam presentase dari total atau dari penjualan.

Dalam melakukan perbandingan ini perlu diyakinkan bahwa:

  1. Standar penyusunan laporan keuangan harus sama.
  2. Size dari perusahaan yang dibandingkan harus diperhatikan bukan berarti harus sama.
  3. Periode laporan yang bandingkan  harus sama khususnya untuk laporan laba rugi dan komponennya.

Contoh 1: Neraca Perbandingan dengan tahun lalu.

Sedangkan untuk menganalisa laporan keuangan untuk sederatan tahun terdapat dua dasar perbandingan yang dapat digunakan:

  1. Perbandingan dapat dibuat dengan menggunakan data pada tahun pertama sebagai dasar pembandingan. Sebagai illustrasi lihat contoh form 2.
  2. Perbandingan dapat dibuat dengan menggunakan data satu tahun di muka sebagai dasar perbandingan. Sebagai illustrasi lihat contoh form 3.

Contoh form 2:

Contoh form 3:

Sebagai penjelasan tambahan : ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengisi kolom kenaikan (penurunan *):

  1. Jika tahun dasar menunjukkan jumlah negatif, perubahan relatif (dalam %) tidak diperlihatkan (tidak dihitung).
  2. Suatu rekening yang mempunyai nilai pada tahun dasar dan kosong (nol) pada periode berikutnya, penurunan diperhitungkan 100%.
  3. Angka persen tidak diberikan untuk rekening yang menunjukkan angka nol pada tahun dasar.

Sebagai illustrasi lihat contoh form 4 berikut ini:

Di samping itu, analisis perbandingan dapat diperluas dengan menunjukkan jumlah kumulatif dan angka rata-rata tahunan.

  1. Apakah data yang ada menyimpang dari angka rata-rata tahunan tersebut.
  2. Apabila terjadi penyimpangan, kemudian dapat dicari faktor-faktor penyebabnya, dan
  3. Dapat disimpulkan apakah penyimpangan tersebut menguntungkan atau merugikan.

Sebagai illustrasi lihat contoh form 5 berikut ini:

Daftar Pustaka

  1. Abdullah, M. Faisal.2001. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Ed. 1, Cet.1, Malang: UMM Press
  2. Djarwanto. 1999. Pokok-Pokok Analisis Laporan Keuangan, Ed. 1, Yogyakarta: BPFE
  3. Harahap, Sofyan Syafri. 1999. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Ed. 1. Cet. 2. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Ruang Lingkup Laporan Keuangan

September 21, 2010 3 comments

Pokok Bahasan

  • Arti pentingnya Laporan Keuangan
  • Pengertian laporan keuangan dan Pengertian dasar analisis laporan keuangan
  • Syarat-syarat laporan keuangan
  • Keterbatasan laporan keuangan
  • Peranan pemeriksaan akuntan publik
  • Jenis dan bentuk penyajian laporan keuangan
  • Hubungan antar berbagai laporan keuangan

A. Arti Pentingnya Laporan Keuangan

Laporan keuangan bermaksud memberikan informasi mengenai kondisi keuangan Perusahaan. Laporan keuangan adalah “wakil perusahaan” dalam menjelaskan kondisi keuangannya (Jusuf, 2000: 4). Adapun pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan beserta tujuannya sebagaimana dikemukakan oleh Harahap (1999: 7-9) meliputi:

Pemilik Perusahaan

Bagi pemilik perusahaan laporan keuangan dimaksudkan untuk:

  • Menilai prestasi atau hasil yang diperoleh manajemen
  • Mengetahui hasil dividen yang akan diterima
  • Menilai posisi keuangan perusahaan dan pertumbuhannya
  • Mengetahui nilai saham dan laba per lembar saham
  • Sebagai dasar untuk memprediksi kondisi perusahaan di masa datang
  • Sebagai dasar untuk mempertimbangkan menambah atau mengurangi investasi

Manajemen Perusahaan

Bagi manajemen perusahaan laporan keuangan ini digunakan untuk:

  • Alat untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan kepada pemilik.
  • Mengukur tingkat biaya dari setiap kegiatan operasi perusahaan, divisi, bagian, atau segmen tertentu.
  • Mengukur tingkat efisiensi dan tingkat keuntungan perusahaan, divisi, bagian, atau segmen.
  • Menilai hasil kinerja individu yang diberi tugas dan tanggung jawab.
  • Untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan perlu tidaknya diambil kebijaksanaan baru.
  • Memenuhi ketentuan dalam UU, peraturan, AD (Anggaran Dasar), Pasar Modal, dan lembaga regulator lainnya.

Investor

Bagi investor laporan keuangan dimaksudkan untuk:

  • Menilai kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.
  • Menilai kemungkinan menanamkan dana dalam perusahaan.
  • Menilai kemungkinan melakukan divestasi (menarik investasi) dari perusahaan.
  • Menjadi dasar memprediksi kondisi perusahaan di masa datang.

Kreditur atau Perbankan

Bagi kreditur, banker, atau suplier laporan keuangan digunakan untuk:

  • Menilai kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
  • Menilai kualitas jaminan kredit/investasi untuk menopang kredit yang akan diberikan.
  • Melihat dan memprediksi prospek keuntungan yang mungkin diperoleh dari perusahaan atau menilai rate of return perusahaan.
  • Menilai kemampuan likuiditas, solvabilitas, rentabilitas perusahaan sebagai dasar daam pertimbangan keputusan kredit.
  • Menilai sejauh mana perusahaan mengikuti perjanjian kredit yang sudah disepakati.

Pemerintah dan Regulator

Bagi pemerintah atau regulator laporan keuangan dimaksudkan untuk:

  • Menghitung dan menetapkan jumlah pajak yang harus dibayar.
  • Sebagai dasar dalam penetapan-penetapan kebijakan baru.
  • Menilai apakah perusahaan memerlukan bantuan atau tindakan lain.
  • Menilai kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang ditetapkan.
  • Bagi lembaga pemerintah lainnya bisa menjadi bahan penyusunan data dan statistik.

Analis, Akademisi, Pusat Data Bisnis

  • Bagi analis, akademisi, dan juga lembaga-lembaga pengumpulan data bisnis seperti PDBI, Moody’s, Brunstreet, Standard & Poor, Pefindo laporan keuangan ini penting sebagai bahan atau sumber informasi primer yang akan diolah sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi analisa, ilmu pengetahuan, dan komoditi informasi.

B. Pengertian lk dan Pengertian dasar alk

Pengertian Laporan Keuangan

  1. Laporan Keuangan adalah merupakan obyek dari analisis terhadap laporan keuangan. Oleh karena itu, memahami latar belakang penyusunan dan penyajian laporan keuangan merupakan langkah yang sangat penting sebelum menganalisis laporan keuangan itu sendiri.
  2. Menurut Standar Akuntansi Keuangan PSAK No. 1 (IAI, 2004: 04) laporan keuangan merupakan laporan periodik yang disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum tentang status keuangan dari individu, asosiasi atau organisasi bisnis yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.

Pengertian Analisis Laporan Keuangan

  1. Menurut Harahap (1999: 190) analisis laporan keuangan adalah menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan lain baik antara data kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat.
  2. Menurut Bernstein (1983: 3) dalam Harahap (1999: 190) analisis laporan keuangan mencakup penerapan metode dan teknik analitis atas laporan keuangan dan data lainnya untuk melihat dari laporan itu ukuran-ukuran dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan.

C. Syarat-syarat Laporan Keuangan

  1. Relevan artinya bahwa informasi yang dijadikan harus adalah hubungan dengan pihak-pihak yang memerlukan untuk mengambil keputusan.
  2. Dapat dimengerti artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan secara jelas dan mudah dipahami oleh para pemakainya.
  3. Daya uji artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansi dan prinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.
  4. Netral artinya bahwa laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.
  5. Tepat waktu artinya bahwa laporan keuangan harus di sajikan tepat pada waktunya .
  6. Daya banding artinya bahwa perbandingan laporan keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan dalam tahun tertentu dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu dengan perusahaan lain pada tahun yang sama.
  7. Lengkap artinya bahwa laporan keuangan yang disusun harus memenuhi syarat-syarat tersebut diatas dan tidak menyesatkan pembaca.

D. Sifat dan Keterbatasan Laporan Keuangan

Menurut SAK dalam Harahap (1999: 74) sifat dan keterbatasan laporan keuangan adalah:

  1. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat.
  2. Laporan keuangan bersifat umum, disajikan untuk semua pemakai dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu saja misalnya untuk Pajak, Bank.
  3. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan.
  4. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material.
  5. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian.
  6. Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi daripada bentuk hukumnya (formalitas), (substance over form).
  7. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan.
  8. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.
  9. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantitatifkan umumnya diabaikan.

E. Peranan Pemeriksaan Akuntan Publik

Sebagai alat untuk memeriksa laporan keuangan klien, audit mempunyai kegunaan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. Dengan demikian, kegunaan audit menurut (Darsono, 2005: 33) dapat dilihat dari perspektif berbagai pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan.

Manajemen

  • Untuk mengetahui kinerjanya dalam mengelola kekayaan perusahaan. Dalam audit akan ditemukan kekurangan dan kelemahan dari sistem akuntansi yang dijalankan perusahaan, sehingga dapat dilakukan perbaikan.

Pemegang Saham

  • Untuk menilai kinerja manajemen dalam mengelola kekayaan pemegang saham. Dengan adanya audit, pemegang saham bisa memperoleh informasi yang lebih akurat tentang pengelolaan kekayaan karena telah diuji oleh pihak independen. Kecurangan dalam melaporkan dapat diminimalisir sampai sekecil mungkin, sehingga tidak terjadi salah informasi

Kreditur

  • Dapat membantu menilai kekayaan dan pengelolaan perusahaan oleh manajemen dan dapat juga dijadikan dasar dalam pemberian kredit karena mencerminkan seberapa valid dan relevan informasi keuangan perusahaan.

Pemerintah

  • Pemerintah berkepentingan terhadap pengelolaan perusahaan secara baik dan juga untuk mengestimasi kewajiban pajak perusahaan. Dengan adanya pendapat auditor, pemerintah akan memperoleh keyakinan atas laporan keuangan perusahaan sebagai dasar penetapan pajak.

F. Jenis dan Bentuk Penyajian Laporan Keuangan

Jenis Laporan Keuangan

Menurut Kasmin (2008: 28-30) dalam prakteknya, secara umum ada lima laporan keuangan yang bisa disusun, yaitu:

  1. Neraca (Balance Sheet) : laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Arti dari posisi keuangan dimaksud adalah posisi jumlah dan jenis aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu perusahaan.
  2. Laporan Laba Rugi (Income Statement) : laporan keuangan yang menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dalam laporan laba rugi ini tergambar jumlah pendapatan dan sumber-sumber pendapatan yang diperoleh.
  3. Laporan Arus Kas : laporan yang menunjukkan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas. Laporan arus kas terdiri arus kas masuk (cash in) dan arus kas keluar (cash out) selama periode tertentu.
  4. Laporan Perubahan Ekuitas : laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki pada saat ini. Kemudian, laporan ini juga menjelaskan perubahan modal dan sebab-sebab terjadinya perubahan modal di perusahaan.
  5. Catatan atas Laporan Keuangan : Laporan catatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang memberikan informasi apabila ada laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu.

Bentuk Penyajian Laporan Keuangan

1. Neraca, memiliki dua bentuk penyajian (Djarwanto, 1999: 16) :

  • Bentuk rekening (account form). Dalam bentuk rekening, aktiva ditempatkan di sebelah kiri dan utang dan modal sendiri (disebut passiva) ditempatkan di sebelah kanan.
  • Bentuk laporan (report form). Dalam bentuk ini, aktiva ditempatkan di bagian atas sedang utang beserta modal sendiri ditempatkan di bawah aktiva secara vertikal.

2. Laporan Laba Rugi, memiliki dua bentuk penyajian (Fraser dan Ailen Ormiston, 2004: 102) :

  • Format satu tahap (single step format ) mengumpulkan pendapatan-pendapatan dalam satu kelompok kemudian dipotong dengan beban untuk mencapai laba bersih.
  • Format fase berjenjang banyak (multiple step format), di mana disajikan laba berjenjang – Laba kotor, laba usaha dan laba sebelum pajak – sebelum sampai ke laba bersih untuk periode berjalan.
  • Pendekatan lain dalam penyusunan laporan laba rugi yaitu yang disebut dengan “marginal contribution format“.

G. Hubungan antar Berbagai Laporan Keuangan

Neraca dan Laporan Laba/Rugi bukanlah merupakan dua laporan yang berdiri sendiri tanpa hubungan. Secara sistematis, hubungan tersebut ditunjukkan pada Gambar 1 berikut (Jusuf, 2000: 40-41):

Daftar Pustaka

  1. Darsono dan Ashari. 2005. Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan, Ed. 1, Yogyakarta: Andi.
  2. Djarwanto. 1999. Pokok-Pokok Analisis Laporan Keuangan, Ed. 1, Yogyakarta: BPFE
  3. Fraser, Lyn M. dan Ailen Ormiston. 2004. Memahami Laporan Keuangan (terjemahan), Ed. 6, Jakarta: PT Indeks.
  4. Harahap, Sofyan Syafri. 1999. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Ed. 1. Cet. 2. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
  5. Jusuf, Jopie.2000. Analisis Kredit untuk Account Officer. Cet. 5. Jakarta: PT Gramedia Pustakan Utama
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 100 other followers