Archive

Posts Tagged ‘Sewa Guna Usaha’

Materi Kuliah: Manajemen Lembaga Keuangan

March 15, 2013 1 comment

Sekilas tentang Leasing: Sewa Guna Usaha Vs Pembelian

July 14, 2011 1 comment

Net Advanted Leasing (NAL)

Untuk mengetahui manfaat dari leasing, maka perlu dibuat perbandingan antara manfaat membeli dan manfaat leasing itu sendiri. Selisih ini dikenal sebagai net advantage of leasing – NAL. Jika NAL positif berarti leasing lebih bermanfaat dibandingkan membeli aset.

NAL dapat dihitung dengan formulasi sebagai berikut:

Di mana:

Ot = arus kas operasional yang terjadi selama periode t, apabila aktiva diadakan lewat pembelian. Sebagian besar pengeluaran itu meliputi biaya-biaya pemeliharaan dan asuransi, yang diperoleh lessor, Lt = biaya sewa tahunan pada periode t, T = tingkat pajak marginal atas pendapatan perusahaan, It = biaya bunga yang bisa mengurangi pajak selama periode t, jika pengadaan aktiva dilakukan melalui sewa guna usaha. Ini mewakili biaya bunga pinjaman yang sama dengan harga beli penuh aktiva yang diperoleh, Dept = biaya depresiasi pada periode t atas aktiva, RVn = nilai likuidasi (residual value) aktiva yang diperkirakan terjadi pada tahun t, ka = tingkat diskonto yang digunakan untuk mendapatkan nilai sekarang atas RVn , I0 = harga pembelian aktiva yang takkan dibayarkan perusahaan jika ia memilih cara sewa guna usaha, i = suku bunga pinjaman untuk membeli aktiva sebelum pajak

Contoh:

PT ABC memutuskan untuk mengadakan sebuah mesin otomatis yang baru untuk mendukung rencana operasi yang sedang berkembang. Harga mesin itu Rp 15,00 juta dan untuk keperluan perpajakan akan disusutkan hingga mencapai nilai sisa nol selama 5 tahun. Ternyata, pada akhir umur ekonomis mesin tersebut masih memiliki nilai sisa sebesar Rp 2,10 juta. Berhubung mesin tersebut disusutkan hingga nol dalam nilai pembukuannya, maka nilai likuidasinya (sisa) dikenakan pajak marginal sebesar 50%. Ini berarti nilai likuidasi yang dinikmati PT ABC tinggal Rp 1,05 juta. Metode penyusutan yang digunakan adalah metode garis lurus.

Dengan adanya mesin tersebut, PT ABC berharap dapat menambah pendapatan tunai Rp 5,00 juta setiap tahun selama umur ekonomisnya. Pendapatan itu sudah dikurangi dengan biaya-biaya operasional, tetapi belum dikurangi depresiasi dan pajak. PT ABC memiliki target rasio utang 40% untuk proyek-proyek semacam itu, dengan patokan biaya modal sebelum pajak sebesar 12%. Informasi terakhir, PT ABC dapat memperoleh kredit berbunga 8%. Biaya-biaya operasional aktiva yang akan dibayarkan lessor jika perusahaan memilih sewa guna usaha, yakni Ot, yang meliputi biaya pemeliharaan dan asuransi ditaksir sebesar Rp 1,00 juta. Biaya sewa tahunan yang harus dibayar PT ABC sebesar 4,20 juta.

Dari informasi di atas, diminta:

  1. Hitung besarnya NPV(P), untuk menentukan apakah layak apabila pengadaan mesin tersebut dilakukan dengan pembelian!
  2. Hitung besarnya NAL, untuk menentukan apakah alternatif sewa guna usaha lebih baik jika dibandingkan dengan pembelian!
  3. Berikan kesimpulan dari analisis di atas!

Jawab: bersambung ….

Daftar Pustaka

  1. Asnawi, Said Kelana dan Chandra Wijaya, 2010, Pengantar Valuasi, Penerbit Salemba Empat, Jakarta
  2. Warsono, 2003, Manajemen Keuangan Perusahaan Jilid 1, Edisi 3, Penerbit Bayumedia Publishing, Malang
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 93 other followers