Home > Manajemen Investasi dan Pasar Modal > Aplikasi SPSS dalam Perhitungan Beta Koreksian: Metode Fowler dan Rorke

Aplikasi SPSS dalam Perhitungan Beta Koreksian: Metode Fowler dan Rorke

A. Pendahuluan

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjawab satu dari sekian banyak pertanyaan mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, baik skripsi maupun tesis. Pertanyaan dimaksud adalah “Bagaimana menghitung Beta koreksian dengan menggunakan metode Fowler dan Rorke?”.

Metode Fowler dan Rorke

Metode Dimson memang merupakan metode yang sederhana. Metode ini sederhana, karena (1) hanya menggunakan sebuah pengoperasian regresi berganda saja dan (2) Beta koreksian hanya dijumlahkan dari koefisien-koefisien yang diperoleh dari regresi berganda tersebut.

Fowler dan Rorke (1983) berargumentasi bahwa metode Dimson yang hanya menjumlahkan koefisien-koefisien regresi berganda tanpa memberi bobot akan tetap memberikan Beta bias.

Formulasi untuk menghitung beta koreksi dengan menggunakan metode Fowler dan Rorke adalah sebagai berikut:


B. Contoh Aplikasi

Untuk 1 periode lag dan lead

Misalkan Taufik adalah seorang mahasiswa, ia ingin mengetahui besarnya beta koreksian PT Bumi Resource, Tbk berdasarkan metode Fowler dan Rorke dengan periode waktu pengamatan selama 24 bulan (Juli 2007 – Juni 2009).

Data ambil di sini Data Harga Saham, Return Bumi dan Lead dan Lag Return IHSG

C.  Aplikasi SPSS 17.0

  • Klik Variabel View, kemudian pada kolom Name baris pertama ketik R_Bumi dan baris kedua sampai dengan baris keempat ketik masing-masing R_IHSG_1, R_IHSG_0, dan R_IHSG1. Pada kolom Decimal, ubah nilai menjadi 3 untuk semua variabel. Sedangkan untuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default).
  • Buka halaman data view dengan klik Data View, maka didapat kolom variabel R_Bumi R_IHSG_1, R_IHSG_0, dan R_IHSG1. Kemudian ketikkan data sesuai dengan variabelnya.
  • Klik Analyze –> Regression –> Linear, maka akan muncul jendela Linier Regression.
  • Klik variabel R_BUMI dan masukkan ke bagian Dependent, kemudian klik variabel R_IHSG_1, R_IHSG_0, dan R_IHSG1 ke kotak  Independent.
  • Klik Statistics, maka akan muncul jendela Linear Regression: Statistics.
  • Pada jendela tersebut aktifkan Estimates, Convidence intervals, dan Model fit, dan Part and Partial Correlations.
  • Klik Continue lalu klik OK, maka output SPSS 17.0 pada bagian Coefficients seperti berikut:

Dari hasil tersebut terlihat bahwa koefisien konstanta adalah sebesar 0,030, nilai koefisien R_IHSG_1 adalah sebesar 0,710, koefisien R_IHSG_0 adalah sebesar 1,333, dan koefisien R_IHSG1 adalah sebesar 0,630. Dengan hasil tersebut maka persamaan regresi yang bisa dibentuk adalah sebagai berikut:

Rit = 0,030 + 0,710 R_IHSG_1 + 1,333 R_IHSG_0 + 0,630 R_IHSG1

  • Setelah langkah 1 – 7 dilakukan, kemudian klik kembali Analyze –>Regression –>Linear, maka akan muncul jendela Linier Regression.
  • Kosongkan kotak Dependent dan kotak Independent.
  • Klik variabel R_IHSG_0 dan masukkan ke bagian Dependent, kemudian klik variabel R_IHSG_1 ke kotak  Independent.
  • Klik Continue lalu klik OK, maka output SPSS 17.0 pada bagian Coefficients seperti berikut:

Dari hasil tersebut terlihat bahwa koefisien konstanta adalah sebesar 0,003 dan nilai koefisien R_IHSG_1 adalah sebesar 0,406.  Dengan hasil tersebut maka persamaan regresi yang bisa dibentuk adalah sebagai berikut:

Rit = 0,003 + 0,406 R_IHSG_1

D. Perhitungan Beta Koreksian Fowler dan Rorke

Besarnya bobot yang digunakan adalah sebesar:

w1 = (1 + 0,406)/(1 + 2 (0,406)) = 1,406/1,812

w1 =0,776

Beta koreksian menurut Fowler dan Rorke untuk satu periode lag dan lead dapat dihitung berikut:

βi = (0,776) 0,710 + 1,333 + (0,776) 0,630

βi = 0,551 + 1,333 + 0,489

βi = 2,373

Jadi, besarnya Beta koreksian PT Bumi Resource Tbk menurut Fowler dan Rorke adalah sebesar 2,373.

Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat!!!

Download artikel lengkap, klik di sini

Catatan:

*)   Saya dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun. Kritik dan saran tersebut dapat dikirimkan ke alamat e-mail: abdhadi70@gmail.com atau klik kontak saya di halaman webblog Hadi Management: http://www.hadiborneo.wordpress.com

Daftar Pustaka:

  1. Jogiyanto Hartono, 2010, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, BPFE, Yogyakarta.
  2. Eduardus Tandelilin, 2010, Portofolio dan Investasi – Teori dan Aplikasi, Kanisius, Yogyakarta.
  3. Nawari, 2010, Analisis Regresi dengan MS Excell 2007 dan SPSS 17, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.
  1. Vivi
    May 31, 2016 at 9:04 am

    Selamat pagi pak Hadi,
    Saya mau bertanya, saya sedang melakukan penelitian dengan periode penelitian tahun 2007-2014, data return dan ihsg yang sudah saya kumpulkan data tahunan, dan saya ingin melakukan koreksi 3lead and lag, jadi data return dan data ihsg yg saya butuhkan tahun brp saja ya pak?
    Terimakasih

  2. Rena
    May 31, 2013 at 10:48 am

    Selamat pagi Bapak Hadi, apakah untuk 1 periode lag dan lead harus menggunakan 4 bulan atau bisa menentukan sendiri?
    Apabila bisa menentukan sendiri, bagaimana penentuannya?
    Terimakasih.

    • May 31, 2013 at 3:03 pm

      To Rena,
      1 lag, artinya data mundur 1 bln, 1 lead, artinya data maju 1 bulan, itu kalau data yang digunakan is bulanan. Jika mundur 4 bulan, artinya 4 lag.

      Regards,
      Abdul Hadi

      • Rena
        June 1, 2013 at 12:17 am

        Apabila saya menggunakan tahun penelitian 2009-2011 dengan sampel perusahaan manufaktur di BEI. Untuk menghitung return saham 2009 satu perusahaan (misal ADES), saya menggunakan harga saham harian kemudian return saham tersebut saya regresikan dengan return pasar (yang juga didapat dari IHSG harian selama tahun 2009), maka ketemu beta saham ADES untuk tahun 2009. Saya lakukan seperti itu untuk semua perusahaan sampel di tahun 2009-2011.
        Apabila saya hendak melakukan Koreksi Beta, maka saya harus menggunakan lag dan lead tahunan, bulanan, atau harian Pak?
        Terimakasih Bapak.

        • Rena
          June 1, 2013 at 10:04 am

          Oh, iya saya mau bertanya lagi Pak, cara mendapatkan beta harian saham perusahaan manufaktur 2009-2011 bagaimana ya pak?
          Terimakasih Bapak.

          • June 2, 2013 at 8:43 pm

            To Rena,
            Beta saham tidak dihitung setiap hari, atau istilahnya beta harian. Beta dihitung untuk tahunan dan informasi ttg beta tsb dapat direvisi setiap tiga bulan atau 6 bulan dengan menggunakan data harian, mingguan atau bulanan.

            Wassalam,
            Abdul Hadi

          • Rena
            June 21, 2013 at 9:07 am

            Selamat pagi Bapak Hadi, saya mau bertanya apakah bapak mempunyai jurnal Ibu Meythi yang berjudul Rasio Keuangan Yang Paling Baik Sebagai Prediktor Risiko Sistematik: Suatu Studi Empiris Yang Terdaftar Di BEJ? Apabila ada, saya mohon dikirimkan.
            Terimakasih😀

        • June 2, 2013 at 8:40 pm

          To Rena,
          Cara menghitung beta saham seperti yang sdri Rena lakukan sdh benar. Sedangkan untuk penentual lag dan lead, jika data yang digunakan harian, maka lag atau lead yang digunakan juga harian.

          Wassalam,
          Abdul Hadi

          • Rena
            June 6, 2013 at 10:46 pm

            Terimakasih sekali atas penjelasan Bapak, semoga sukses selalu🙂

  3. alan
    March 30, 2011 at 6:42 pm

    salam pak abdul
    artikel yang sangat bermanfaat, pas buat saya yang sedang membuat TA. saya ada pertanyaan pak jika dibuat untuk empat lag bagaimana? karena dari tulisan yang pernah saya baca disebutkan cara yg ampuh untuk mengatasi beta yang bias ialah dengan empat lag.
    terima kasih

    • April 1, 2011 at 11:47 am

      Cara menghitung dan mengoperasionalkan spps-nya juga sama. Kebutuhan data: misalkan periode pengamatan 12 bulan (jan – des 2009), maka untuk menghitung return saham, data yang dibutuhkan untuk harga saham suatu perusahaan dan ihsg, dimulai dari agustus 2008 s/d april 2010, sehingga diketahui lag-1_des2008, lag-2_nop2008, lag-3_okt2008, lag-4_sept2008 dan Lead-1_jan2010,Lead-2_feb2010, lead-3_mar2010, lead-4_april2010. Terima kasih atas kunjungannya.

    • a
      April 2, 2011 at 3:24 am

      Terima kasih pak untuk penjelasannya. sukses untuk pak abdul

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: