Home > Manajemen Investasi dan Pasar Modal > Perhitungan Risk Adjusted Performance: Sharpe Ratio

Perhitungan Risk Adjusted Performance: Sharpe Ratio

Sharpe ratio, sering disebut juga Sharpe Index, Sharpe Measure, dan Reward to Variability Ratio (RVAR). Sharpe Ratio dihitung dengan rumus berikut:

“= rata-rata return reksa dana – rata-rata return bebas risiko dibagi dengan standar deviasi return reksa dana”

  • rata-rata return reksa dana
    return reksa dana, “= NAB per Unit periode t dikurang NAB per Unit periode t-1 dibagi NAB per Unit periode t-1”
    rata-rata return reksa dana, “= Siqma return reksa dana dibagi n periode”
  • rata-rata return bebas risiko
    “= Siqma return bebas risiko dibagi n periode”
  • standar deviasi return return reksa dana
    “= akar dari siqma (return reksa dana dikurang rata-rata return reksa dana) pangkat 2 dibagi n – 1”

Sharpe Ratio: Example

Sebagai contoh, misalkan kita ingin mengukur kinerja portofolio saham PT Bumi Resource Tbk dengan menggunakan Sharpe Ratio, setelah dilakukan perhitungan diketahui sebesar 0,5456, sedangkan kinerja pasar dengan menggunakan IHSG sebagai benchmark diperoleh nilai sebesar 1,7849, seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

Contoh lain, pengukuran kinerja portofolio dengan menggunakan 7 jenis reksa dana saham dapat dilihat pada gambar berikut:

Kesimpulan:

Hasil pemeringkatan reksa dana saham dengan menggunakan Sharp’s Measure terhadap 7 jenis reksa dana saham dapat diketahui GR002PRIMASH (Panin Dana Prima) menempati peringkat pertama, sedangkan 0085209 (GMT Dana Ekuitas) menempati posisi terakhir. Jika dibandingkan dengan kinerja pasar, hanya Panin Dana Prima (GR002PRIMASH) yang mencapai kinerja di atas kinerja pasar (overperformance), sedangkan yang lainnya berada di bawah kinerja pasar (underperformance).

Keterangan:

  • BAM SAH = Batavia Dana Saham
  • 000D1B = BNI Dana Berkembang
  • MEPPESON = BNP Paribas Pesona
  • RDMW = Dana Reksa Mawar
  • 0085209 = GMT Dana Ekuitas
  • GR002PRIMASH = Panin Dana Prima
  • 0099424 = Pratama Saham
  • IHSG = Indeks Harga Saham Gabungan

Kritik dan saran atas artikel di atas sangat diharapkan, silakan sampaikan melalui Contact Me atau melalui  e-mail berikut: abdhadi70@gmail.com.

Artikel terkait:

  1. Perhitungan Risk Adjusted Performance: Sharpe Ratio
  2. Perhitungan Risk Adjusted Performance: Treynor Ratio
  3. Perhitungan Risk Adjusted Performance: Jensen Alpha
  4. Perhitungan Risk Adjusted Performance: M2 Measure
  5. Perhitungan Risk Adjusted Performance: T2 Measure
  6. Perhitungan Risk Adjusted Performance: Appraisal Ratio
  7. Perhitungan Risk Adjusted Performance: Sortino Ratio
  8. Perhitungan Risk Adjusted Performance: Omega Ratio
  1. Fajar Anshori
    April 21, 2016 at 1:38 am

    Pak saya fajar…
    Saya ingin tanya bagaimana cara mengukur kebijakan alokasi aset dengan rumus aset class factor model, dan angka mana yang nantinya akan di regresikan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kinerja reksadana

  2. dananag
    December 4, 2014 at 6:09 pm

    salam sejahtera pak hadi, untuk menghitung standar deviasinya bagaimna ya pak? saya masih kurang mengerti.

  3. September 10, 2014 at 5:16 pm

    selamat siang pak..
    saya masih bingung bagaimana cara mencari return bebas risiko.
    return bebas risiko diambil dr mana ya pak?
    thx

    • September 10, 2014 at 5:27 pm

      To Yanhasiholan,
      Data suku bunga bebas risiko (risk free rate) dapat menggunakan proxy suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI). Data tersebut dapat diunduh di website Bi, http://www.bi.go.id.
      Thanks and regards,
      Abdul Hadi

      • September 10, 2014 at 6:00 pm

        yang BI rate ya pak?
        itu datanya dibagi 12/periode ya pak?

        • September 10, 2014 at 7:42 pm

          Bukan, suku bunga SBI. Satuan suku bunga SBI adalah tahunan. Data suku bunga tsb dipublikasikan setiap bulan. Misalkan, 12 bulan (jan sd des), rerata = jumlahkan bagi 12. Setelah itu bagi lagi 12 utk mendapatkan rerata suku bunga SBI bulanan.

  4. david
    November 28, 2013 at 9:58 am

    selamat pagi pak,
    itu kan perhitungannya per bulan ya pak?
    nah klo hitungannya harian bagaimana pak?
    apakah average returnnya harus dikalikan dgn 365?
    dan standar deviasinya harus dikali sqrt 365?
    terimakasih

    • November 29, 2013 at 1:13 pm

      To David,
      Untuk merubah data daily average return menjadi annualized average return dapat dilakukan dengan cara mengkalikan daily average return dengan 252 (asumsi setahun ada 252 hari transaksi), sedangkan daily standard devition returns dapat dilakukan dengan cara mengkalikan daily standard devition returns dengan SQRT(252).

      Regards,
      Abdul Hadi

      • david
        November 30, 2013 at 5:38 pm

        nah klo risk free itu dibagi dengan 252 jg gak ya pak?
        atau dibagi dgn 365 hr?

        • November 30, 2013 at 9:26 pm

          To David,
          Konversi data suku bunga tahunan menjadi harian menggunakan jumlah hari dalam tahun kabisat (diasumsikan 1 tahun = 360 hari atau 365 hari). Perhitungan konversi dapat menggunakan arithmatic model atau geometric model), sedangkan instrumen pasar modal, seperti reksa dana, perhitungan annualized average daily return menggunakan jumlah hari transaksi dalam setahun (diasumsikan 1 tahun = 252 hari). Perhitungan konversi juga bisa menggunakan arithmatic model atau geometric model.

          Regards,
          Abdul Hadi

  5. misa
    November 13, 2013 at 4:47 pm

    selamat malam pak,
    saya mau tanya tentang asset class factor model sharpe, mungkin bapak bisa memberi contohnya.

    terima kasih

  6. patrick
    November 1, 2013 at 9:11 pm

    selamat malam pak,
    untuk menghitung return rd bulanan itu berarti nilai nab yg digunakan adlh nab pada saat akhir bulan ya pak (mis. 31 januari) atau nilai rata2 harian bulan tsb?
    lalu utk risk free, apakah kita harusnya membaginya sesuai dengan tenor sbi tsb (misal sbi 9bln/270hr) atau dibagi dgn jml hari dlm 1 thn(365hr)?

    • November 1, 2013 at 11:57 pm

      To Patrick,
      Jika menggunakan data harian, maka data bulanan yang digunakan diambil dari tanggal terakhir perdagangan dibulan tersebut. Tenor 9 bulan dari suku bunga sbi menunjukkan umur surat berharga tsb dan bunga sbi adalah tahunan. Konversi bunga sbi tahunan menjadi bulanan dapat dilakukan dengan membagi bunga sbi tahunan dengan 12 atau =(1 + rannual)^1/12 – 1.

      Regards,
      Abdul Hadi

      • patrick
        November 5, 2013 at 8:30 pm

        mau nanya lagi pak. kalau sbi itu kan tiap bulan bunganya berbeda, jadi kita harus pake bunga sbi bulan terakhir (desember) atau bunga rata2 1thn?

        • November 6, 2013 at 12:54 pm

          To Patric,
          Annual average risk free rate dgn proxy suku bunga SBI, hitung rata-rata suku bunga SBI selama 12 bulan.

          Regards,
          Abdul Hadi

          • patrick
            November 6, 2013 at 6:36 pm

            nah terus dibagi lagi dengan jumlah hari nya gak pak (mis. 365hr/270hr/30hr)?

          • November 6, 2013 at 9:11 pm

            To Patrick,
            Base kalkulasi (daily, weekly, atau monthly). Jika monthly, setelah dihitung rata-rata, kemudian dibagi lagi 12. Daily = 252 hari, weekly = 52 minggu.

            Regards,
            Abdul Hadi

  7. April 6, 2013 at 1:56 am

    I do accept as true with all of the ideas you have offered for your post. They’re very convincing and will definitely work. Nonetheless, the posts are very short for newbies. May you please lengthen them a bit from next time? Thank you for the post.

  8. Rama
    January 6, 2012 at 2:20 am

    Selamat malam Pak Hadi.. terima kasih atas penjelasan sebelumnya ya Pak… Oh ya Pak Hadi ni kan saya sudah mulai olah data tetapi baru uji normalitasnya, distribusi data saya tdk normal tu Pak udah saya kurangi jumlah sampel masih tdk normal sampai mentok saya tambahi sampel masih juga tidak normal… saya uji dengan spss untuk normalitasnya pak.. kira2 ada saran tidak ya Pak Hadi untuk saya?… hehe sampai udah berhari2 saya begadang tdk tidur demi menormalkan tp tdk normal2 Pak hehe.. dikejar deadline soalnya..

    Terima kasih pak Hadi…
    Salam..

    • January 6, 2012 at 6:15 pm

      Coba semua data di natural logaritmakan, semoga berhasil.

  9. Rama
    December 31, 2011 at 11:46 am

    selamat siang Pak Hadi.. terima kasih sebelumnya atas penjelasanya dari bapak hehe… saat ini saya kuliah di UMS (solo) pak hadi.. saya dari jawa pak hehe tetapi saudara2 saya tinggal di Banjar Baru hehe… oh ya Pak Hadi saya mau tanya saya kan sedang melakukan penelitian dg judul “ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN ALOKASI ASET, PEMILIHAN SAHAM, DAN TINGKAT RISIKO TERHADAP KINERJA REKSA DANA SAHAM DI INDONESIA (2006-2010)” sampel saya ada 17 reksa dana saham.. nah untuk menghitung kinerjanya saya gunakan sharpe ratio seperti yg bapak tusikan diatas dan sudah berhasil mendapatkan angka index sharpe ratio untuk masing2 sampel reksadana saham untuk tiap tahunnya benar tdak ya pak cara saya ini?… selanjutnya sekarang masih ada tiga variabel bebasnya yg belum saya hitung pak dan sekrang saya mulai hitung dari TINGKAT RISIKO dulu, didalam penelitian sebelumnya dikatakan bahwa untuk mengetahui tingkat risiko digunakan beta nah yang saya bingung untuk mencari nilai beta saham kan ada dua ada yg menggunakan indeks tunggal dan ada yang CAPM.. yang harus saya gunakan yg mana ya Pak Hadi? terus beta yang dicari dengan menggunakan slop di excel seperti yg dijelaskan bapak diatas itu apakah bisa digunakan juga sebagai risiko pasar (tingkat risiko)? terima kasih ya Pak Hadi…. sekalian saya ucapkan selamat tahun baru 2012 ya pak hadi…

  10. Rama
    December 29, 2011 at 11:45 pm

    selamat malam Pak Hadi maaf posting pertanyaan lagi di sini hehe….
    Pak Hadi pada gambar ke tiga pengukuran kinerja reksadana… untuk mendapatkan annual average return, annual standart deviation, beta coefficient, dan non systematic risk nya itu didapat dari mana ya Pak Hadi… saya coba menghitung annual average return untuk reksadana BAM SAH dengan cara saya jumlahkan return bulanan BAM SAH dari februari-desember kok hasilnya bukan 30,78%… itu dihitung secara manual apa menggunakan program spss ya pak hadi? sebelumnya maaf ya pak hadi kalau saya banyak tanya hehehe saya sekarang sedang mengerjakan skripsi saya tentang kinerja reksadana saham Pak Hadi jadi dengan membaca postingan Bapak ini sangat membantu sekali… terima kasih ya Pak Hadi hehe… salam buat orang2 di BanjarBaru ya Pak Hadi hehe jadi kangen sama keluarga saya yg tgl didekat UNLAM tempat Bapak mengajar…..🙂

    • December 30, 2011 at 12:19 am

      Semua data dihitung dengan menggunakan excel function. Annual average return = Monthly average return * 12 (=average(…:…)*12). Annual Standard Deviation = Monthly Standard Deviation * akar 12 (=stdev(…:…)*sqrt(12). Sedangkan Beta Coefficient dihitung dengan cara: =slope(…:…,…:…).

      …:… -> sorot return BAM SAH dari bulan Feb s/d Des.
      …:…,…:… -> sorot return BAM SAH dari bulan Feb s/d Des,sorot return IHSG dari bulan Feb s/d Des.

      Nah … untuk pertanyaan non systematic risk, pr ya …, maksudnya baca buku Jogiyanto 2009, tentang information ratio, jika belum bisa kontak saya lagi.

      Sekarang sdri Rama sedang kuliah di mana? dan orang banjar nih ceritanya?.

  1. March 21, 2012 at 11:41 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: